Minggu, 26 April 2015

Baca, Pahami, Amalkan dan Bagikan

Tiga hal yg membawa penyakit :

1) الكلام الكثير
* Banyak bicara
2) النوم الكثير
* Banyak tidur
3) الأكل الكثير
* Banyak makan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة أشياء تهدم البدن :
Empat hal yg merusak badan :

1) الهم
* Duka
2) الحزن
* Sedih
3) الجوع
* Lapar
4) السهر
* Tidak Tidur Malam
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تزيد في ماء الوجه وبهجته :
Empat hal menambah cerah wajah :

1) التقوى
* Taqwa
2) الوفاء
* Jujur
3) الكرم .
* Pemurah
4) المروءة
* Jaga Kehormatan
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

و أربعة تجلب الرزق :
Empat hal yg menarik rezeki :

1) قيام الليل
* Qiyamul Lail
2) كثرة الاستغفار بالأسحار
* Banyak istighfar waktu 2/3 mlm
3) تعاهد الصدقة
* Biasa Bersedeqah
4) الذكر أول النهار وآخره
* Berdzikr waktu awal pagi dan petang
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

وأربعة تمنع الرزق
 empat hal yg menjauhkan rezeki :

1) نوم الصبح
* Tidur waktu pagi
2) قلة الصلاة
* Sedikit sholat
3) الكسل
* Malas
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

كلما هممت بفعل معصية تذكر ثلاث آيات :
Setiap kali ingin membuat maksiat ingat tiga ayat :

 1-"ألم يعلم بأن الله يرى"
"Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah sedang melihat"

 2-"ولمن خاف مقام ربه جنتان "
"Siapa yg takut kpd kedudukan Tuhannya baginya dua syurga"

 3-"ومن يتق الله يجعل له مخرجآ“
"Siapa yg bertaqwa kpd Allah. Dia jadikan baginya jalan penyelesaian"

Salmon with Mashed Potatoes 🍴

Assalamu'alaykum warahmatullah wa barakatuh :)
Alhamdulillah, Setelah lama ga buka blog, sekarang saya mau bagi-bagi resep makanan sehat 😂 'Salmon with Mashed Potatoes'. Pertama kali denger namanya yang kebayang cara masaknya pasti susah, ternyata enggak lohh.

Bahan Salmon:
-250 gr Salmon yang masih segar (kalau di supermarket kisaran harganya sekitar 40.000-50.000)
-lemon/jeruk nipis
-garam secukupnya
-lada secukupnya
-minyak zaitun/sayur


Bahan Moshed Potatoes:
-500 gr kentang
- 2sdm mentega
-200ml susu cair (vanilla)
-garam secukupnya
-daun seledri cincang halus
-1 siung bawang putih (boleh pake boleh tidak)

Cara memasak:
- Bersihkan sisik ikan salmon, dan lap bagian yang ingin di bersihkan menggunakan tangan yang steril atau lap bersih, jangan menyiram/merendamnya dengan air, karena salmon akan sangat lembek dan mudah hancur ketika  dimasak. Setelah bersih, lumuri salmon dengan garam dan lada di setiap sisinya. Dan beri perasan jeruk lemon/ nipis secukupnya. Kemudian diamkan , sambil membuat Mashed Potatoes.

- Cuci bersih kentang, kupas kulitnya, dan potong dadu, kemudian rebus sampai lembek.

- Setelah matang, hancurkan kentang tersebut sampai menjadi seperti cream

- Panaskan mentega dan campur dengan susu cair, setelah itu tuangkan ke dalam wadah kentang yang sudah dilembutkan tersebut, dan beri garam juga seledri. Aduk hingga rata.

- Setelah ikan  Salmon tadi diamkan, panaskan minyak zaitun/sayur, kemudian masukkan ikan salmon ke dalam penggorengan dengan api kecil. Jangan membolak baliknya, tunggu +/- 4 menit di setiap sisinya.

- setelah warnanya sudah kemerah-merahan  Angkat. Dan hidangkan bersama Mashed Potatoes.

Hidangkan selagi hangat 🍴

Minggu, 25 Januari 2015

Malaikat Kecilku ♥

Judul asli : قصة رائعة جدا ومعبرة ومؤثرة

Penerjemah : Shiddiq Al-Bonjowiy

Setiap selesai sholat jum'at tiap pekannya, seorang imam (masjid) dan anaknya (yg berumur 11 tahun) mempunyai jadwal membagikan buku–buku islam, diantaranya buku at-thoriq ilal jannah (jalan menuju surga). Mereka membagikannya di daerah mereka di pinggiran Kota Amsterdam.
***

Namun tibalah suatu hari, ketika kota tersebut diguyuri hujan yang sangat lebat dengan suhu yang sangat dingin.

Sang anakpun mempersiapkan dirinya dengan memakai beberapa lapis pakaian demi mengurangi rasa dingin. Setelah selesai mempersiapkan diri, ia berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, aku telah siap" ayahnya menjawab : "Siap untuk apa?" , ia berkata: "Untuk membagikan buku (seperti biasanya)", sang ayahpun berucap: "Suhu sangat dingin diluar sana, belum lagi hujan lebat yang mengguyur", sang anak menimpali dengan jawaban yang menakjubkan : "akan tetapi, sungguh banyak orang yang berjalan menuju neraka diluar sana dibawah guyuran hujan".
Sang ayah terhenyak dengan jawaban anaknya seraya berkata: "Namun ayah tidak akan keluar dengan cuaca seperti ini", akhirnya anak tersebut meminta izin untuk keluar sendiri. Sang ayah berpikir sejenak dan akhirnya memberikan izin. Iapun mengambil beberapa buku dari ayahnya untuk dibagikan, dan berkata: "terimakasih wahai ayahku".
***

Dibawah guyuran hujan yang cukup deras, ditemani rasa dingin yang menggigit, anak itu membawa buku-buku itu yang telah dibungkusnya oleh skantong plastik ukuran sedang agar tdk basah terkena air hujan, lalu ia membagikan buku kepada setiap orang yang ditemui. Tidak hanya itu, beberapa rumahpun ia hampiri demi tersebarnya buku tersebut.
***

Dua jam berlalu, tersisalah 1 buku ditangannya. Namun sudah tidak ada orang yang lewat di lorong tersebut. Akhirnya ia memilih untuk menghampiri sebuah rumah disebrang jalan untuk menyerahkan buku terakhir tersebut.

Sesampainya di depan rumah, ia pun memencet bel, tapi tidak ada respon. Ia ulangi beberapa kali, hasilnya tetap sama. Ketika hendak beranjak seperti ada yang menahan langkahnya, dan ia coba sekali lagi ditambah ketukan tangan kecilnya. Sebenarnya ia juga tidak mengerti kenapa ia begitu penasaran dengan rumah tersebut.

Pintupun terbuka perlahan, disertai munculnya sesosok nenek yang tampak sangat sedih. Nenek berkata: "ada yang bisa saya bantu nak?" Si anak berkata (dg mata yg berkilau dan senyuman yang menerangi dunia): "Saya minta maaf jika mengganggu, akan tetapi saya ingin menyampaikan bahwa Allah sangat mencintai dan memperhatikan nyonya. Kemudian saya ingin menghadiahkan buku ini kepada nyonya, di dalam nya dijelaskan tentang Allah Ta'ala, kewajiban seorang hamba, dan beberapa cara agar dapat memperoleh keridhoannya."
***

Satu pekan berlalu, seperti biasa sang imam memberikan ceramah di masjid. Seusai ceramah ia mempersilahkan jama'ah untuk berkonsultasi. Terdengar sayup – sayup dr shaf perempuan seorang perempuan tua berkata:"Tidak ada seorangpun yang mengenal saya disini, dan belum ada yang mengunjungiku sebelumnya. Satu pekan yang lalu saya bukanlah seorang muslim, bahkan tidak pernah terbetik dalam pikiranku hal tersebut sedikitpun. Suamiku telah wafat dan dia meninggalkanku sebatang kara di bumi ini".

Dan iapun memulai ceritanya bertemu anak itu.
"Ketika itu cuaca sangat dingin disertai hujan lebat, aku memutuskan untuk mengakhiri hidupku. Kesedihanku sangat mendalam, dan tidak ada seorangpun yang peduli padaku. Maka tidak ada alasan bagiku untuk hidup. Akupun naik ke atas kursi dan mengalungkan leherku dengan seutas tali yang sdh kutambatkan sebelumnya. Ketika hendak melompat, terdengar olehku suara bel. Aku terdiam sejenak dan berpikir :"paling sebentar lagi juga pergi".
Namun suara bel dan ketukan pintu semakin kuat. Aku berkata dalam hati: "siapa gerangan yang sudi mengunjungiku,… tidak akan ada yang mengetuk pintu rumahku".

Kulepaskan tali yang sdh siap membantuku mengakhiri nyawaku, dan bergegas ke pintu. ketika pintu kubuka, aku melihat sesosok anak kecil dengan pandangan dan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak mampu menggambarkan sosoknya kepada kalian. Perkataan lembutnya telah mengetuk hatiku yang mati hingga bangkit kembali. Ia berkata: “Nyonya, saya datang untuk menyampaikan bahwa Allah Ta’ala sangat menyayangi dan memperhatikan nyonya”, lalu dia memberikan buku ini (buku jalan menuju surga) kepadaku. Malaikat kecil itu datang kepadaku secara tiba-tiba, dan menghilang dibalik guyuran hujan hari itu juga secara tiba2. Setelah menutup pintu aku langsung membaca buku dari malaikat kecilku itu sampai selesai. Seketika kusingkirkan tali dan kursi yang telah menungguku, karena aku tidak akan membutuhkannya lagi. Sekarang lihatlah aku, diriku sangat bahagia karena aku telah mengenal Tuhanku yang sesungguhnya. Akupun sengaja mendatangi kalian berdasarkan alamat yang tertera di buku tersebut untuk berterimakasih kepada kalian yang telah mengirimkan malaikat kecilku pada waktu yang tepat. Hingga aku terbebas dari kekalnya api neraka.” ***

Air mata semua orang mengalir tanpa terbendung, masjid bergemuruh dengan isak tangis dan pekikan takbir… Allahu akbar… ***

Sang imam (ayah dari anak itu) beranjak menuju tempat dimana malaikat kecil itu duduk dan memeluknya erat, dan tangisnyapun pecah tak terbendung dihadapan para jamaah. Sungguh mengharukan, mungkin tidak ada seorang ayahpun yang tidak bangga terhadap anaknya seperti yang dirasakan imam tersebut. ***



Selasa, 13 Agustus 2013

penulisan 'aamiin'

holaaa blogger..

eh mau tanya deh,
kalian kalo nulis 'a m i n' kayak gimana? amin? amiin? aamin? aamiin? amien?
kalo setelah nulis sesuatu yang berkaitan dengan do'a biasanya aku nulis 'a m i n' nya --> amiin,
pas ada temen yang negur katanya penulisan yang bener ga gitu  eh aku jadi kepo trus aku cari tau aja penulisannya yang bener dan ternyataaa tadaaa ..

-AMIN artinya aman atau tentram
-AAMIN artinya meminta perlindungan keamanan
-AMIIN artinya jujur atau terpercaya
-AAMIIN artinya kabulkanlah/ijabahlah
yah kalo buat 'amien' jangan dibiasaiin yah, itu kebiasaan bagi orang" penyembah berhala,

jadi yang bener 'aamiin'

semoga ilmu itu bermanfaat yahh, meski hanya beda" dikit tapi artinya jauh kan?

jangan lihat masa lalunya

heyho heyhoooo,

Temaan, jangan pernah menilai seseorang dengan melihat masa lalunya..

Betapa banyak diantara kita yang memiliki masa lalu yang kelam, jauh dari sunnah, jauh dari hidayah, tenggelam dalam dunia yang menipu, terombang ambing dalam kemaksiatan yang nista.

Bukankah banyak sahabat radhiallahu ‘anhum yang dahulunya pelaku kemaksiatan, peminum khamr, bahkan pelaku kesyirikan...???

Akan tetapi tatkala cahaya hidayah menyapa hati mereka. Jadilah mereka generasi terbaik yang pernah ada di atas muka bumi ini.

bukankah kita tidak ingin orang lain menilai kita dengan melihat masa lalu kelam kita?

Maka janganlah kita menilai orang lain dengan melihat masa lalunya yang kelam pula. Yang menjadi patokan adalah kesudahan seseorang, kondisinya tatkala akan meninggal, bukan masa lalunya.

Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda;
“Amalan² itu tergantung akhirnya...!!!”


sebenernya aku ngeshare tulisan ini buat aku sendiri hehe,

aku abis tau masa lalu seseorang, masa lalau yang jauuuuh beda banget ama yang sekarang, malah sempet ga nyangka kalo masa lalunya seburuk itu ckck
aku ga mau ngeliat dia dari masa lalunya, seburuk apapun masa lalunya
toh sekarang udah engga, jauh lebih baik malah

eits tapi bukan berarti juga aku ga punya masa lalu yang buruk. ada, banyak malahh.

kalau diinget rasa nyesel pasti ada tapi buat aku itu pelajaran yang berharga banget, tanpa itu belum tentu aku bisa jadi yang lebih baik